Posts

Puisi 41 #Perjuangan

 Perjuangan Aku terbangun pagi ini  Tanggal tujuh belas Agustus  Mari kita kenang perjuangan para pahlawan  Yang tak lelah berjuang  Yang tak takut rintangan  Yang tak gentar menghadapi kematian  Senjata api menghadang  Kendaraan berlapis baja menghadang  Bermodalkan bambu runcing  Bermodalkan doa dan keyakinan  Bermodalkan semangat membara  Demi kemerdekaan bangsa ini  Kamu rela maju bersimbah darah  Yogyakarta, 17 Agustus 2021 Wuryanti

Puisi 40 #Kau Tinggalkan Aku

Kau Tinggalkan Aku Malam ini aku mengenangmu Waktu itu pada hari yang sama  Pada jam yang yang sama  Pada menit yang sama Pada detik yang sama  Sehari sebelum kau tinggalkan aku  Kau rayu aku  Kau cium aku  Kau cumbu aku  Ingatkah kau saat itu   Aku rela menyerahkan jiwa  Aku rela menyerahkan raga  Demi meraih kebahagiaan abadi  Namun kini entah dimana kau berada  Masih ingatkah kamu  Masih ingatkah saat itu Kusandarkan di pundakmu Kusandarkan harapanku di bisa Kuteteskan air mata ini di dadamu  Yang penuh dengan Harapan kebahagiaan Aku tidak percaya kau mengingatnya  Yogyakarta.  16 Agustus 2021 Wuryanti

Try Out KSM

Image
 Hari Minggu ini aku sangat sibuk karena di rumah sedang ada acara. Memperbaiki atap dapur yang bocor, dengan bantuan empat orang tetangga. Ada pakdhe Gunari yang datang bersama isteri dan anaknya Ery, ada mas Heri Sonya, ada pakdhe Candra dan Mbah Karsono.  Isteri pakdhe Gunari adalah kakak suamiku, beliau punya dua putra yaitu Yeni dan Ery. Setelah selesai memasak aku bersiap siap berangkat ke madrasah mendampingi siswa yang ikut tryout kompetisi sains madrasah (kSM). Aku mendampingi siswa sampai pukul 13.30, setelah itu aku pulang.

Puisi 39 #Kesederhanaanmu

Kesederhanaanmu  Penampilanmu yang sederhana  Tutur katamu yang bersahaja  Bahkan dengan segala kekekurangamu  Mampu menaklukkan hatiku  Usiamu yang masih belia  Namun semangatmu yang selalu berkobar  Tuk memajukan madrasah tercinta  Menjadi pemicu api dalam diriku  Tuk hidup membangun semangat baru  Kaulah pemuda pujaan bangsa  Generasi penerus masa depan   Yang rela berkorban jiwa dan raga  Tanpa mengharapkan imbalan Yogyakarta, 16 Agustus 2021 Wuryanti

Puisi 38 #Mengingatmu

  Mengingatmu Mengapa sedetikpun aku tak bisa melupakanmu  Kenangan indah yang kau torehkan dalam hatiku  Membuatku serasa terbius oleh pesonaku  Kau telah meluluhlantakkan hatiku  Kini hatiku hancur berkeping keping  Saat teringat dirimu  Semua tentang dirimu membuatku berderai air mata  Walau sudah sekian lama kau tinggalkan aku  Kau jauh dariku  Namun hati ini juga ikut bersamamu  Tak pernah luput dari jiwamu  Aku tak tahu  Mengapa hati ini selalu terpaut dengan dirimu  Walau kau telah meninggalkan aku  Walau kau telah berusaha menjauh dariku  Namun hati ini tetap tak bisa lepas darimu  Sampai detik ini kaulah satu satunya  Sosok yang aku dambakan  Sosok yang aku rindukan  Sampai saat ini aku masih berharap  Suatu saat kita akan bertemu kembali  Yogyakarta, 16 Agustus 2021 Wuryanti

Merindu

 Siang malam hanya dirimu yang kutunggu Dalam setiap doa kuingat dirimu Kau selalu hadir dalam setiap langkahku Kau selalu hadir dalam setiap mimpiku Kurindukan dirimu setiap saat Kuingin kau hadir disini menemaniku Meraih mimpi mimpi indah Bersamamu aku takkan merasa sepi Bersamamu aku takkan merasa sendiri Sudikah kau mengobati luka hati ini Yang merindu sepanjang waktu Yogyakarta, 1 Agustus 2021  Wuryanti

Puisi 37 #Mengenalmu

Image
Mengenalmu   Mengenalmu membangkitkan beribu asa Mengobarkan sejuta harapan Tuk masa depan penuh kebahagiaan Membangun rumah impian Aku berlabuh dalam hatimu Aku merasuk dalam jiwamu Aku mendekat dalam pelukanmu Mencari ketentraman jiwa Kapal berlayar di tengah lautan cinta Mengikuti petunjuk arah sang bayu Menuju palung asmara Yang tak nampak dasarnya Yogyakarta, 26 Juli 2021 Wuryanti